Sabtu, 05 November 2011

temukan ketenangan diri

banyak orang didunia ini kelihatannya serba berkecukupan dan serba mewah tapi mereka juga belum tentu memiliki sebuah ketenangan dalam jiwanya semakin banyak harta orang bukannya makin tenang melainkan semaikin ribut dan serba ketakutan jiwannya karena takut kwhilangan hartanya itu bisa diibaratkan ketenangan jiwa itu seperti postingan dibawah ini.

Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang. Berpusat
dari tempat jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang yang
mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah anda menghentikan laju riak
gelombang itu? Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak
tangan anda ke dalam air. Atau. menghadangnya dengan ke dua belah
kaki anda. Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan
sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru
bermunculan. Satu-satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu
hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.
Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin keras anda
melakukan sesuatu pada pikiran anda. semakin sulit anda mencapai
ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran
anda. Biarkan pikiran berangsur-angsur tenang. Ketenangan diri dimulai
dari ketenangan pikiran; sedangkan ketenangan pikiran bermula dari
ketenangan bernafas. Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang
tenang.


0 komentar:

Posting Komentar